FBI Akan Melapor BK DPRD, Terkait Temuan Dugaan Anggota Dewan Golkar Gunakan Ijasah Aspal

Reporter : Saptono. S
Editor. : Mulyo Nugroho

Kediri | i-news.co

Forum Bhayangkara Indonesia (FBI) akan melaporkan temuan adanya salah seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kediri dari partai Golkar yang diduga menggunakan ijasah asli tapi palsu (aspal),nkepada Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Kediri.

Dugaan itu dikuatkan dari nama yang tercantum di Kartu Tanda Penduduk (KTP) dengan nama yang tercantum pada ijasah sarjana S-1 tidak sama.
Yakni pada KTP dengan NIK 3571014501650007 tertera nama Andayani Nur Hidayati, SE. Sedangkan nama yang tertera pada ijasah S-1 Universitas Kadiri tertera nama Sri Robiatul Addiwiyah Purwaning Andayani Nur Hidayati.

Ijasah S-1 Andayani Nur Hidayati

Ketidak samaan antara nama pada ijasah sarjana S-1 dengan di KTP atas nama Andayani Nur Hidayati, SE itu dinilai sangat janggal. Sedangkan penggunaan nama dan gelar SE dibelakang nama Andayani Nur Hidayati telah digunakan untuk mendaftar dan mengikuti pencalegan melalui partai Golkar Kota Kediri pada pereode 2019 -2024, dan Andayani Nur Hidayati berhasil memenangi Pileg dari Dapil III Mojoroto Kota Kediri.

KTP a/n Andayani Nur Hidayati

Terkait hal tersebut Ketua Dewan pendiri dan Dewan Pembina Forum Bhayangkara Indonesia (FBI) Suryadi berencana akan melaporkan kejanggalan tersebut kepada Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Kediri. ” Kami menemukan kejanggalan nama yang tertera di KTP dan nama di Ijasah S-1 saudari Andayani Nur Hidayati,SE, sehingga kami berkepentingan untuk melaporkan dan mengklarifikasi pada Badan Kehormatan Dewan. Karena kami menduga kejanggalan atas identitas Bu Andayani itu berdampak pada pelanggaran hukum, ” katanya.

Dewan pendiri FBI itu berharap, agar BK DPRD Kota Kediri segera merespon laporan kejanggalan dokumen penting tersebut. ” Kejanggalan dalam dokumen penting seperti KTP dan ijasah kesarjanaan S-1 program studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Kadiri tersebut dapat dipastikan yang bersangkutan juga menggunakan gelar akademik palsu, yakni penggunaan gelar SE (Sarjana Ekonomi) diakhir namanya pada dokumen-dokumen resmi, ” tutur Suryadi.

Suryadi menambahkan, hasil temuan dar investigasi Tim FBI ini akan dilaporkan kepada BK DPRD Kota Kediri. ” Kami berharap, agar BK dewan Kota Kediri ini mau merespon dan menindak lanjutinya, sehingga kejadian pemalsuan gelar atau pemalsuan ijasah tidak terjadi lagi, apa lagi pelakunya anggota dewan. Kalau ini kita biarkan akan menjadi pembelajaran politik yang salah dan curang, ” tegasnya.

Selain kepada BK DPRD, Suryadi juga akan berkirim surat kepada partai Golkar sebagai induk organisasi Andayani. ” FBI akan meminta kepada partai Golkar juga segera merespon adanya ketidak samaan dokumen pinting KTP dan ijasah atas nama Andayani Nur Hidayati SE, ” tutur Suryadi

Sementara itu Andayani Nur Hidayati anggota DPRD Kota Kediri dari Partai Golkar ketika dikonfirmasi mengatakan, namanya tidak ada perbedaan antara di KTP dengan yang di ijasah. ” Nama saya yaitu Andayani Nur Hidayati, mulai dari ijasah SD, SMP SMEA dan perguruan tinggi sama, ” katanya saat dihubungi melalui ponselnya Jumat (20/3/2020).

Namun Andayani tidak bisa menyebutkan namanya sendiri secara lengkap ketika diminta untuk menyebutkan nama lengkapnya. ” Ya pokoknya nama saya ya itu, tidak berubah, ” kata Andayani dengan nada gugup.

Bahkan Andayani balik menanyakan kepada wartawan untuk apa tanya soal nama lengkapnya, dan menuduh wartawan modus. ” Untuk apa sampean menanyakan nama lengkap saya, terus untuk kepentingan berita, berita apa itu, modus ya, ” tuduh Andayani kepada wartawan.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *