Supadi Merasa Dikriminalisasi Oleh Lawan Politiknya.

Reporter : Faiz Tamami

Editor : Saksana

Kediri | i-news.id

Situasi politik di Kabupaten Kediri mulai memanas, black Campaign sudah mulai bermunculan untuk.menyerang lawan politiknya.

Seperti Supadi dan keluarga besarnya merasa dikriminilisasi dan dicemarkan nama baiknya melalui pemberitaan bahwa Supadi terlibat kasus dugaan pidana penggunaan gelar SE dibelakang nama Supadi.

Dalam menanggapi kasus tersebut Supadi mengatakan, serangan itu mumcul seusai pelaksanaan uji publik partai Gerindra pada Sabtu (25/1/2020). ” Saya sampai di rumah sekitar jam 15.00 wib, tiba-tiba sekitar jam 16.00 datang surat panggilan dari Polres Kota Kediri saya sebagai tersangka, saya kaget, ” katanya

Lebih lanjut Supadi menambahkan, sebenarnya sekitar 4 bulan lalu kasus tersebut sudah berhenti tidak ada masalah, karena ia sudah menerangkan dan dimintai keterangan panjang lebar bahwa SE yang tertera dibelakang nama Supadi bukan titel, akan tetapi singkatan nama Subiari Erlangga, yakni Subiari nama bapaknya dan Erlangga merupakan nama ruwatan dari kiai. Sehingga permasalahan ini oleh penyidik dianggap selesai. ” Sampai-sampai saya ketemuan sama pak Kasat Rekrim, Akp. Hanip Fatih Wicaksono di Surabaya dan sudah beres karena bukti tidak ada dan tidak cukup kuat. Sayangnya saya tidak minta SP3, ” lanjutnya.

Bahkan, munculnya surat penetapanya sebagai tersangka, Supadi Subiari Erlangga merasakan ada kejanggalan,
karena Kasat Reskrim AKP. Hanip Fatih Wicaksono pada tanggal 21/1/2020, sudah menyerahkan tanggung jawab kepada Kasat Reskrim yang baru, tapi mengapa kok yang tanda tangan masih Hanip Fatih dan tertera tanggal 24/1/2020. ” Padahal tanggal tersebut (24/1/2020) jam 10.00 pagi kasat sudah sertijab dengan Kasat baru. Ini Kasat yang baru tidak mengetahui permasalahan ini, “ungkapnya.

Supadi mengaku mendapat laporan dari sumber didalam, bahwa permasalahan ini sudah tidak layak dan tidak bisa di naikkan. Akan tapi karena ada tekanan dan titipan dari luar, pokoknya Supadi harus jadi tersangka, ” kata Supadi menirukan ucapan sumber tersebut

Bahkan calon bupati yang optimis diusung PKB, PAN dan Gerindra itu juga dilapori, bahwa dua hari sebelum ia ditetapkan tersangka, ada salah satu pejabat Pemkab berinial SD berkata kepada KA, salah satu tokoh pemuda di Kediri,, “lihat saja dalam waktu dua hari, Kades Tarokan Supadi akan jadi tersangka” ucap pejabat Pemkab kepada KA. ” Setelah ada ancaman, itu saya ditetapkan sebagai tersangka, “ucapnya.

Sementara itu, Kapolres Kota Kedir AKBP Miko Indrayana mengatakan, bahwa Polri bekerja secara profesional, tidak tebang pilih serta menjunjung tinggi penegakan hukum tanpa ada muatan apapun.” Tim penyidik telah meminta keterangan para saksi termasuk saksi ahli dan telah cukup alat bukti untuk menetapkan Kepala Desa Tarokan, Supadi sebagai tersangka atas kasus tindak pidana perseorangan menggunakan gelar akademik, ” katanya saat pers rilir di Aula Rupatama Polres Kediri Kota, Kamis (30/1/2020).

Terkait surat penetapan Supadi sebagai tersangka yang dianggap janggal seiring pergantian Kasat Reskrim dari AKP Hanif Fatih Wicaksono kepada pejabat baru AKP I Gusti Agung Ananta, AKBP Miko menyatakan bahwa tim penyidik tidak gegabah dan serta merta karena semua itu butuh proses dari penyelidikan hingga penyidikan. “Kami tahu Pak Supadi ini orang pandai, terpandang dan pintar, namun ini atas dasar laporan masyarakat. Kemudian kami selidiki ditingkatkan kepada penyidikan. Dengan meminta keterangan para saksi, kemudian meminta keterangan para saksi ahli yang membenarkan pencantuman gelar SE identik seperti sebenarnya kemudian mengumpulkan alat bukti. Untuk itu, kami tetapkan beliau sebagai tersangka,” jelas Kapolres Kediri Kota dihadapan sejumlah wartawan.

Untuk diketahui, Supadi menunjukkan Amar penetapan Perkara Nomer : 539/Pdt.P/2019/PN Gpr.
Menetapkan :

  1. Mengabulkan permohonan Pemohon.
  2. Menetapkan memberikan ijin kepada pemohon untuk mengganti nama dari semula SUPADI menjadi SUPADI SUBIARI ERLANGGA..
  3. Memerintahkan kepada panitera pengadila Negeri Kabupaten Kediri untuk mengirimkan salinan resmi dari pengadilan Negeri Kediri untuk mengirimkan salinan resmi dari penetapan ini kepada Kantor Dinas Kependudukan dan pencatatan sipil Kabupaten Kediri untuk selanjutnya untuk mencatat tentang pergantian nama pemohon dalam registrasi yang tersedia untuk itu dan surat-surat lain yang berkaitan dengan ganti nama pemohon. Yang di tanda tangani oleh Panitera Pengganti, Sugeng Priyono, SH. dan Hakim Ketua, Imam Santoso, S. H, M.H. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *